Haryadi Witoko Raih Juara 1 Petani Milenial DIY: Bukti Sukses Sinergi Pertanian dan Inovasi Lahan Kering Gunungkidul

(YOGYAKARTA) – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh insan pertanian Gunungkidul. Haryadi Witoko (38), petani muda asal Bulu, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Petani Milenial dalam ajang penganugerahan Penghargaan Bidang Pertanian Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY di Yogyakarta.

​Gelar yang disabet Haryadi menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahan kering dan air di Gunungkidul bukan halangan untuk berprestasi di tingkat provinsi. Pencapaian tertinggi ini lahir dari kerja keras, inovasi agribisnis, serta sinergi dan pendampingan intensif dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

​Gelar Juara 1 Petani Milenial ini diraih Haryadi atas keberhasilannya mengelola lahan usaha tani seluas 5.000 m² secara terpadu dan modern dengan rekor performa yang luar biasa:

  1. Mencatatkan akselerasi omset sebesar +373,78% melalui integrasi hortikultura, tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.
  2. Meningkatkan efisiensi profit hingga +178,05% berkat manajemen usaha tani yang presisi.
  3. Mengantongi Sertifikasi Kompetensi Fasilitator Organik Tanaman, serta aktif menerapkan ilmu dari Sekolah Lapangan (SL) Tematik Petani Milenial dan pelatihan agribisnis bawang merah.

​Kepala UPTD Balai PSDMP DIY, Anita Windrati Syarifuddin, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan prestasi para insan pertanian yang terus berinovasi dalam mendukung pembangunan pertanian di Daerah Istimewa Yogyakarta.

​Keberhasilan Haryadi meraih Juara 1 juga tidak terlepas dari bimbingan berkelanjutan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Penerapan teknologi tepat guna terus dioptimalkan di lahannya, mulai dari penggunaan pembenah tanah organik, pestisida nabati dan agen hayati, irigasi sprinkler hemat air, hingga pengolahan pascapanen bawang goreng dan pembenihan mandiri.

​Kini, prestasi yang diraih Haryadi Witoko menjadi inspirasi besar bagi pembangunan pertanian daerah. Ia aktif membagikan ilmu keberhasilannya kepada Kelompok Wanita Tani (KWT), menggerakkan jejaring Taruna Tani Samuka, serta mendorong semangat generasi muda Gunungkidul untuk bangga menjadi petani milenial yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

Previous Tekan Pengeluaran Dapur dan Tambah Penghasilan, KWT Gunungkidul Diajak Sinergikan Sayur Pekarangan dan Budidaya Anggrek

Leave Your Comment